Fade In or Fade Out
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Ini tulisan pertama saya di blog ini.
Wah. Blog ini dibuat pas pada waktu saya malah ingin mengurangi atau berhenti nge-blog. Bagaimana ya? Timing-nya kok ndak pas. Atau, malah ini dijadikan momen untuk fade out di tempat lain tapi fade in di sini? Saya tidak tahu … Untuk isnet, aku kembali ngeblog (setidaknya, untuk sementara) …
Isnet. Sebuah kenangan lama, yaitu ketika pertama kalinya berkutet dengan komunitas melalui jaringan komputer. Masih teringat akhir tahun 80-an (mungkin tahun 1987 atau 1988?) ketika saya harus membuat skrip untuk relay mailing list isnet ini. Ketika itu belum ada mailing list manager. Yahoo dan Google belum lahir. Kami harus bergelut dengan shell script dan perl script di mesin UNIX atau utak-atik sistem VAX. (Saya tidak ikutan untuk sistem VAX karena gak paham. I am a UNIX man.) Yeah, I was young and single at that time. So, I had the time and energy to move a mountain.
Masih teringat oleh saya bagaimana kami (para mahasiswa) mengumpulkan uang dan mencari sumbangan sehingga bisa membeli komputer Sun sendiri. Komputer ini kemudian menjadi server Isnet dan diletakkan di atas meja kerja saya di Winnipeg, Manitoba, Canada. Banyak orang yang heran karena saya “punya” mesin Sun di atas meja kerja saya, sementara grad students yang lain harus menggunakan mesin di lab. Ha ha ha.
Juga masih teringat bagaimana musim winter saya harus terbang ke Boston untuk menemui Husni dan memasang server Sun di rumah pak Datuk. Itu juga kesempatan saya untuk mengunjungi MIT, di tengah winter di East Coast. That was the time when I was stuck in my studies. I thought I would’ve never finished my PhD. So, I was kinda mellow at that time. ha ha ha.
Server Sun itu kemudian menjadi server dari isnet sampai habis masa umurnya. Kemudian server pindah tangan ke Aria di Purdue (dan nantinya nyambung ke mbak Ranti) dan berhentilah tanggung jawab saya sebagai admin isnet setelah beberapa tahun (10 tahun?) jadi admin isnet. Or so, I thought …
Ternyata salah. Rencana tinggal rencana. Setelah kembali ke Indonesia, masih juga mengadmini server isnet. Server sempat pindah ke kampus dan ke rumah, sebelum akhirnya server yang terakhir tewas kena petir. Kemudian sekarang mas Harry yang mengelola. Mudah-mudahan saya gak perlu ngoprek lagi. I was wrong before. What makes you think that I am right this time? he he he.
Isnet sendiri telah melahirkan banyak orang besar di Indonesia. Gak perlu disebutkan namanya satu persatu. Nanti malah kalau ada yang kelewat jadi salah. he he he. Hanya saja sayang kalau tidak ada kelanjutannya yang bisa mensejahterakan Indonesia, yang bisa membawa Indonesia ke kualitas yang lebih baik. Ngimpi kali?
Anyway. Ah … those were the (good old) days. Did I sound like an old man? I am and old man.
January 4th, 2008 at 10:07 am
lhoh,
yg di bLog wp.com di import ksini jg ya oM.
January 4th, 2008 at 10:15 am
Tetap semangat pak ! Ini komentar pertama di blog ini, ya ? Pertamax ever.
January 4th, 2008 at 12:35 pm
wew.. tahun 87 saya masih SD, pak BR udah megang server dan melanglang buana…
January 4th, 2008 at 5:05 pm
Baru tau ternyata dulu yang manage server isnet di Manitoba pak Budi, mungkin karena blum jadi seleb seperti skarang yaaa pak